<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Syeh Puji Kawin Siri Lagi, Kali Ini Dengan Anak Usia 7 Tahun
Kamis, 02 April 2020 - 12:33:47 WIB

TERKAIT:
 
  • Syeh Puji Kawin Siri Lagi, Kali Ini Dengan Anak Usia 7 Tahun
  •  

    Tiraskita.com - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait dalam keterangannya kepada wartawan menyampaikan : “Diduga Karena melakukan kekerasan seksual terhadap anak  yang masih berusia 7 tahun inisial D Warga Grabag Magelang, dengan cara menikahinya,  Syekh Puji (54)  warga Lendoh, Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang,  Jawa Tengah yang diketahui pula salah satu pemilik Pondok Pesantren Miftahul Jannah Pujiono CW dan juga pengusaha kuningan ternama,  terancam hukuman pidana penjara  maksimal 20 tahun.

    Mengingat Syeh Puji pernah juga menikahi gadis usia 12 tahun beberapa tahun yang lalu , dan Sheh Puji adalah tokoh pemimpin pondok, dengan demkian, merujuk pada pasal 76D Jo 76E Jo Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 82 ayat (1), (2), Undang – Undang (UU) RI No. 23 Tahun 2002 Yang sudah diperbarui dengan UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan PERPU  Nomor : 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor  : 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang,  maka Syekh Puji yang berjanggut panjang dan berpakaian serba putih itu, dapat dikenakan tambahan pidana sepertiga dari ketentuan pidana pokoknya, dan Itu juga berarti Syekh Puji bisa mendapatkan tambahan hukuman berupa tindakan kebiri lewat suntik kimia dan pemasangan alat pedenteksi elektronik.” demikian disampaikan Ariist Merdeka Sirait dalam  keterangan rilisnya kepada sejumlah media di Jakarta Senin lalu.


    Lebih lanjut  Arist menjelaskan dalam rilisnya, “berhubung Syekh Puji juga pernah menikahi anak yang berusia 12 tahun beberapa tahun lalu, maka dapat dikategorikan bahwa Syekh Puji merupakan pedofil,  dengan demikian saya bisa memastikan dan percaya bahwa pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jateng yang telah mendapat pelaporan dari Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah, dalam waktu dekat pastinya akan segera  menindaklanjuti laporan tersebut bahkan segera menangkap dan menahan Sheikh Puji” tutur Arist

    “Saya percaya itu, sebab apa yang diduga dilakukan Syekh Puji terhadap anak – anak kecil merupakan kejahatan seksual luar biasa dan harus pula ditangani dengan cara yang luar bisa”. Tambah Arist

    Syekh Puji atau nama asli Pujiono Cahyo Widianto dilaporkan karena telah menikahi seorang anak yang baru berusia 7 tahun berinisial D yang saat ini masih berumur 11 tahun. Puji yang mengaku dirinya sebagai Syekh tersebut, diduga menikahi bocah pada tahun 2016 dan baru dilaporkan ke Polda Jateng sekitar 2 bulan yang lalu. Laporan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan di Polda Jateng.

    Dugaan perbuatan kejahatan anak yang dilakukan oleh Syekh Puji dengan menikahi anak usia 7 tahun kali ini, di awali justru disampaikan oleh keluarga besar nya sendiri yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut, yang diwakili oleh 3 orang keluarganya kepada Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah, DR H Endar Susilo SH MH, di Kantor Sekretariatnya di Bawen Kabupaten Semarang.

    Secara terpisah Endar Memberikan keterangan bahwa, pada sekitar bulan November 2019 dirinya didatangi oleh 3 anggota keluarga besar Syekh Puji yaitu Joko Lelono (Jack) dan 2 Keponakan Syeh Puji yaitu Wahyu dan Apri Cahyo Widianto yang secara kebetulan, Apri juga ikut menjadi saksi Pernikahan siri Antara Syekh Puji dengan D yang saat itu masih berusia 7 tahun. “Sdr Apri secara jelas dan berurutan menyampaikan kronologis kejadian perkawinan siri tersebut kepada saya, bahwa di sekitar bulan Juli tahun 2016 Sdr Apri ditelepon oleh Syekh Puji untuk diundang datang ke kediaman Syekh Puji, agar menjadi salah satu saksi pernikahan antara Syekh Puji dengan D, kemudian setelah acara pernikahan siri yang dimulai tengah malam sekitar Pukul 24.00 tersebut, oleh Syekh Puji lalu D disuruh duduk dipangkuannya, kemudian D diciumi dan dicumbui mesra oleh  Syekh Puji dengan disaksikan oleh Sdr Apri dan beberapa saksi yang lain. Kemudian menjelang Shubuh saksi Sdr Apri pulang dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan oleh pasangan pengantin baru tersebut” jelas Endar


    Usai menerima aduan dari 3 orang keluarga besar Sheh Puji tersebut Endar kemudian melakukan investigasi dengan menemui 2 orang saksi lain yang mengikuti acara perkawinan tersebut selain Sdr Apri dan juga mendatangi Ibu Korban D, “Sebelum menyampaikan aduan ke Ditreskrimum Polda Jateng terlebih dahulu Saya mendatangi 2 orang saksi lain dan Ibu Korban D yang bernama Edg dirumah masing – masing dan mereka semua mengakui adanya perkawinan tersebut dan juga melihat tindakan pencabulan terhadap D yang dilakukan oleh Syekh Puji di Pondok dan kediaman Syekh Puji setelah perkawinan siri tersebut” jelas Endar lebih lanjut Arist Merdeka Sirait kemudian kepada wartawan dalam keterangan penutupnya menyampaikan, “Dalam waktu dekat,  saya akan datang ke Polda Jateng untuk memberi Suport agar kasus ini segera dituntaskan,

    Pada intinya tidak ada kata kompromi apalagi kata damai bagi Komnas Perlindungan Anak atas kejahatan seksual dan kejahatan lain yang dilakukan terhadap anak. Itu juga harus merupakan komitmen Polda Jawa Tengah, sekalipun pandemi Corona belum berlalu, akan tetapi kasus ini harus tetap ditangani dengan serius, dan Komnas perlindungan Anak akan mengawal kasus ini.”  tegas Arist didepan beberapa media.***



     
    Berita Lainnya :
  • Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
  • HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
  • Rute Udara Ke Nias Hanya WINGS AIR Beroperasi , Tarif Mahal Bertahan 4 Tahun
  • Semangat Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi
  • Sejumlah Pohon Berukuran Besar Tutupi Fasad Rumah Sakit Serta Akses Menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Cendra Mata Sebagai Simbol Kebersamaan Dan Sinergitas Polres Cimahi Dan PWI Kota Cimahi
    02 HUT RI Ke 81 ,Pemkot Cimahi Berharap Menjawab Berbagai Kebutuhan Masyarakat
    03 Rute Udara Ke Nias Hanya WINGS AIR Beroperasi , Tarif Mahal Bertahan 4 Tahun
    04 Semangat Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi
    05 Sejumlah Pohon Berukuran Besar Tutupi Fasad Rumah Sakit Serta Akses Menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
    06 Ngatiyana: Penyaluran Rastrada Bentuk Perhatian Pemerintah Terhadap Masyarakat Yang Membutuhkan
    07 KAPOLDA KEPRI HADIRI KONFERENSI PERS PEMUSNAHAN BARANG BUKTI KETAMIN 1,3 TON
    08 Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional
    09
    10
    11 Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
    12 Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
    13 Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
    14 Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
    15 Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
    16 Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Warung Kelapa Jalan Hangtuah Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku
    17 Memasuki Usia Seperempat Abad, Kota Cimahi Terus Menunjukkan Transformasi Sebagai Kota Yang Adaptif, Dan Produktif
    18 Pemerintah Kota Cimahi Resmi Meluncurkan Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026
    19 Pemkot Cimahi: Rumah Ibadah Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Menjalankan Aktivitas Keagamaan
    20 Walikota Bandung Muhammad Farhan Dukung Kegiatan Konfrensi Lima Tahunan PWI Jabar
    21 Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Usung Tema "Saatnya Bekerja Untuk Iklim"
    22 Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Tegaskan Pentingnya penyelenggaraan statistik sektoral di Kota Cimahi.
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com