<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Kabar Reshuffle Kabinet, Siapa Saja yang Bakal Dicopot?
Selasa, 22 Desember 2020 - 12:06:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Kabar Reshuffle Kabinet, Siapa Saja yang Bakal Dicopot?
  •  

    Tiraskita.com - Tiga jam lebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma’ruf Amin melakukan pertemuan empat mata di Istana, Senin (22/12). Tak ada yang tahu apa yang dibahas oleh kedua pemimpin negara itu. Namun Jubir Wapres, Masduki memastikan pembahasan menyangkut isu strategis.

    Sejak pekan lalu, kabar Jokowi akan melakukan perombakan kabinet memang berhembus amat kencang. Seorang sumber dari partai pemerintah mengakui kabar reshuffle ini.

    Setidaknya, ada enam kursi menteri yang bakal diganti oleh Jokowi. Dua menteri yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Sosial, sudah tentu tujuan utama presiden setelah dua menterinya ditangkap KPK karena kasus suap.

    "Mensos Risma, KKP Wahyu Sakti Trenggono," kata seorang anggota DPR dari partai pemerintah ini membocorkan, Senin (22/12) malam.

    Nama Risma memang sudah bocor sejak pekan lalu. Namun Wahyu belum terdengar, dia merupakan wakil menteri pertahanan.

    Posisi selanjutnya yakni Menteri Agama, yang kabarnya bakal diisi oleh Yahya Cholil Stakuf. Berikutnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, disebut-sebut bakal diisi oleh Sandiaga Uno.

    "Gerindra lepas dari KKP," bisik sumber itu. Seperti diketahui, Edhy Prabowo perwakilan Gerindra di KKP tertangkap KPK dalam kasus suap ekspor bayi lobster.
    Menkes Budi G Sadikin

    Kemudian kursi Menteri Kesehatan, tak lagi dijabat oleh Terawan Agus Putranto, melainkan diemban oleh Budi G. Sadikin. Budi saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

    Terakhir, Menteri Perdagangan, akan diisi oleh M Luthfi. Dia baru tiga bulan lalu dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi duta besar RI untuk Amerika Serikat.

    Hingga kini, merdeka.com masih terus mencoba menghubungi nama-nama yang disebut di atas.

    Sementara PKB mengakui kabar akan ada enam pos menteri yang bakal kena reshuffle. Namun, Ketua DPP PKB, Faisol Riza menolah menyebut nama.

    "Saya dengar ada 6 posisi (reshuffle)," ujar Faisol Riza saat dikonfirmasi, Senin (21/12).

    Jumlah ini tentu bisa berubah. Terkait siapa yang akan dicopot, Faisol menyebut kemungkinan yaitu menteri terkait percepatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi.

    "Akan ada 2 posisi yang akan diganti juga terkait percepatan vaksinasi dan percepatan pemulihan ekonomi," terang dia.

    Sementara para relawan Jokowi telah menangkap sinyal reshuffle. Bahkan Jokowi telah lebih dulu mengumpulkan mereka. Meskipun, tidak membahas secara spesifik soal perombakan kabinet.

    Bahkan Jokowi telah melakukan pertemuan dengan sejumlah relawannya. Para relawan menangkap sinyal reshuffle itu.

    Ketua JoMan Immanuel Ebenezer menyebut pada pertemuan terakhir Presiden Jokowi memberi kode segera terjadi reshuffle. Terlihat bahwa berkali-kali Jokowi marah dan menyebut bahwa nama menteri bakal direshuffle sudah di atas meja.

    "Itu kan bahasa kode dan kita paham itu," ujar Noel, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan merdeka.com.
    Kapan Reshuffle?

    Ada catatan menarik dari dua pergantian susunan kabinet sebelumnya. Keduanya terjadi tepat di hari Rabu Pon dalam Penanggalan Jawa. Kini, Rabu Pon akan jatuh pada tanggal 23 Desember 2020. Dua hari lagi.

    Catatan merdeka.com, dua kali Rabu Pon yang dipakai Jokowi untuk melakukan reshuffle yakni pada Rabu, 12 Agustus 2015. Saat itu, Jokowi mengganti enam posisi menteri.

    Tiga di antaranya menteri koordinator, yakni Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum (Menko Polhukam), Rizal Ramli ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Darmin Nasution menjadi Menteri Koordinator Perekonomian.

    Jokowi kembali merombak jajaran kabinetnya. Pelantikan kabinet baru dilakukan pada Rabu 27 Juli 2016 yang juga bertepatan dengan Rabu Pon. Saat itu, Jokowi merombak 13 posisi menteri. Sri Mulyani yang sedang menjabat sebagai Direktur Bank Dunia diminta untuk menjabat Menteri Keuangan RI. Selain itu, Jokowi juga menunjuk Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

    Sebagai informasi, Jokowi lahir pada 21 Juni 1961. Berdasarkan Kalender Jawa, tanggal tersebut merupakan hari Rabu Pon. Banyak yang mengaitkan hal tersebut dengan keputusan politik Jokowi. Benarkah demikian?

    "Iya itu kan menurut penasehat spiritualnya, namun secara logika memang perlu pengisian kursi dua menteri itu. Segalanya akan segera masuk APBN 2021, supaya si menteri yang ditunjuk itu punya persiapan atau waktu yang baik sebagai pengurus anggaran 2021," kata Politikus PDIP Hendrawan Supratikno, Senin (21/12).

    "Intinya kalau waktu reshuffle-nya kapan, terserah Pak Presiden. Saya sendiri juga tidak tahu, yang tahu hanya presiden dan lingkaran terdekatnya," tegas Hendrawan.

    sumber:merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
  • Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
  • Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
  • Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    02 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    03 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    04 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    05 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    06 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    07 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    08 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    09 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    10 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    11 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    12 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    13 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    14 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    15 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    16 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    17 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    18 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    19 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    20 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    21 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    22 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com